Monday, February 11, 2019


Karakteristik organisasi yang muncul dalam era pergerakan nasional

a.       Budi Utomo
Ketu
a                : Dr. Sutomo
Berdiri              : tanggal 20 mei 1908 (ditetapkan sebagai hari kebangkitan nasional)
Tujuan 
             : Untuk mencapai kemajuan dan derajat bangsa melalui pendidikan dan   
                           kebudayaan.
Keanggotaan
    : kaum terpelajar dan pegawai pemerintah yang berada di P. Jawa  dan Madura
Pusat kegiatannya      : Di Yogyakarta
Kegiatan ditujukan untuk kegiatan Pendidikan dan budaya tidak politik.

b.      Serikat Islam pada awalnya bernama Sarekat Dagang Islam
Ketua
                : H. Samanhudi
Berdiri
             : Solo tahun 1911
Tujuannya 
        : Membela kepentingan para pedagangan pribumi dari persaingan  dengan pedagang Cina
Tokoh 
              : H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dam Abd. Muis.
Tujuannya                     :
-    mengembangkan jiwa dagang
-    membangu anggota yang kesulitan dalam berusaha
-    memajukan pengajaran
-    memperbaiki pendapat-pendapat yang kelir mengenai agama Islam
-    hidup menurut pemerintah agama Islam



c.       Muhammadiyah
Tokoh              : Kiai Haji Ahmad Dahlan
Berdiri             : di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912
Asas perjuangannya ialah Islam dan kebangsaan Indonesia, sifatnya nonpolitik. Muhammadiyah bergerak dibidang keagamaan, pendidikan, dan sosial menuju kepada tercapainya kebahagiaan lahir batin.
Tujuan             : (1) memajukan pendidikandan pengajaran berdasarkan agama Islam,
(2) mengembangkanpengetahuan ilmu agama dan cara-cara hidup menurut agama Islam.
Untuk mencapai tujuan tersebut, usaha yang dilakukan oleh Muhammadiyah adalah sebagai berikut: (1) mendirikan sekolah-sekolahyang berdasarkan agama Islam ( dari TK sampai dengan perguruan tinggi), (2) mendirikan poliklinik-poliklinik, rumah sakit, rumah yatim, dan masjid,
(3) menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan.
d.      Indische Partij (IP)
Tokoh
               : 3 Serangkai, (yaitu Suwardi Suryaningrat, Dr. E.F.F. Douwes Dekker
              dan  Cipto Mangunkusumo)
Berdiri              : di Bandung tanggal 25 Desember 1912
Sifat                  : Radikal, merupakan organisasi bercorak politik pertama di Indonesia
Tujuan              : untuk membangun patriotisme Indiers terhadap tanah air,
  Menumbuhkan dan meningkatkan jiwa integrasi antar semua golongon untuk
  Memajukan tanah air dengan dilandasi jiwa nosional, maupun mempersiapkan   
  diri bagi kemajuan rakyat yang merdeka.
Program kerja : (1) Meresapnya cita-cita kesatuan nasional Hindia (Indonesia),
  (2) Memberantas kesombongan sosial dalam pergaulan baik di bidang
        pemerintahan maupun masyarakat,
   (3) Memberantas usaha-usaha yang membangkitkan kebencian antar agama
         yang satu dengan yang lain,
   (4) Memperbesar pengaruh pro-Hindia dalam pemerintahan,
   (5) Berusaha untuk mendapatkan persamaan hak bagi semua orang Hindia,
   (6) Dalam hal pengajaran, kagunaannya harus ditujukan untuk kepentingan
        ekonomi Hindia,
   (7) Memperbaiki keadaan ekonomi bangsa Hindia, terutama dengan
         memperkuat mereka yang ekonominya lemah.

e.       Gerakan Pemuda (Trikoro Dharmo)
Tokoh               : Ketua R. Satiman Wiryosanjoyo. Kadarman dan Sunardi
Berdiri              : tanggal 7 Maret 1915 di Batavia
Merupakan       : oganisasi pemuda yang pertama yang anggotanya terdiri atas para siswa
  sekolah menengah berasal dari Jawa dan Madura.
Tujuan             : (1) mempererat tali persaudaraan antar siswa-siswi bumi putra pada sekolah
        menengah dan perguruan kejuruan,
   (2) menambah pengetahuan umum bagi para anggotanya,
   (3) membangkitkan dan mempertajam peranan untuk segala bahasa dan
         budaya.
Adapun tujuan yang sebenarnya adalah seperti apa yang termuat dalam majalah Trikoro Dharmo yakni mencapai Jawa raya dengan jalan memperkokoh rasa persatuan antara pemuda-pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Lombok. Oleh karena sifatnya yang masih Jawa sentris maka para pemuda di luar Jawa (tidak berbudaya Jawa) kurang senang.
Untuk menghindari perpecahan, pada kongresnya di Solo pada tanggal 12 Juni 1918 namanya
diubah menjadi Jong Java (Pemuda Jawa). Jong Java ini bertujuan untuk mendidik para  
anggotanya supaya kelak dapat menyumbangkan tenaganya untuk membangun Jawa raya
dengan jalan mempererat persatuan, menambah pengetahuan, dan rasa cinta pada budaya
sendiri. Jong Java punya peran besar dalam peristiwa Sumpah pemuda pada tahun 1928.

f.       Perhimpunan Indonesia (PI)
Tokoh               : mahasiswa Indonesia serta orang-orang Belanda yang menaruh perhatian pada
                           nasib Hindia Belanda yang tinggal di Negeri Belanda.
Berdiri              : tahun 1908 semula bernama Indishe Vereeniging (IV).
Tujuan              : membantu kepentingan para pemuda dan pelajaran yang berada di negeri
  Belanda.
Perkembangan (IV) adalah sebagai berikut : IV – Indonessiche Vereeniging hal ini dimuat
dalam majalah Hindia Putra, Pimpinan Moh. Hatta dan A. Subarjo, tahun 1924 IV di ganti namanya perhimpunan indonesia majalah Indonesia merdeka. Pada tahun 1926 tokoh-tokoh perhimpunan Indonesia mengikuti konggres liga penentang imperialisme dan penindasan kolonialisme di Paris dalam pertemuan itu konggres menyokong perjuangan untuk mencapai indonesia merdeka akibatnya tokoh-tokoh perjuangan ditangkap

g.      GAPI (Gabungan Politik Indonesia)
Merupakan organisasi payung dari berbagai organisasi dan partai politik diantaranya, Parindra, Gerindo, Persatuan Minahasa, Partai Islam Indonesia, Partai Katolik Indonesia, Pasundan, dan PSII
Pimpinan          : M. Husni Thamrin, Amir Syarifuddin, Abikusni, Tjokrosujono.
Alasan terbentuknya GAPI adalah :
(1)      Kegagalan Petisi Sutardjo,
(2)      Sikap pemerintah kolonial yang kurang memerhatikan kepentingan bangsa Indonesia,
(3)      makin gawatnya situasi internasional sebagai akibat perkembangan fasisme.

h.      PARINDRA (Partai Indonesia Raya)
Pemimpin         : Drs. Sutomo
Berdiri              : tahun 1935 merupakan partai Budi Utama dan persatuan bangsa Indonesia
Tujuan              : tujuan meraih Indonesia yang mulia
Merupakan       : organisasi kooperatif yang terbuka dengan pemerintah Belanda
Kegiatan-kegiatannya:
1.      Menjalankan aksi – aksi politik
2.      Meningkatkan kesejahteraan rakyat
3.      Menganjurkan rakyat untuk mencintai hasil produksi sendiri

No comments:

Post a Comment