Friday, February 15, 2019


Tugas PPG Modul 1 Pedagogik

1.      Bentuk pemanfaatan teknologi dan media informasi yang saya lakukan dalam kehidupan sehari – hari dalam pembelajaran abad 21 adalah  dengan menggunakan intreractive tools atau media peralatatan interaktif seperti internet sebagai media social untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari – hari, sebagai media untuk memudahkan dalam perdagangan dan bisnis. Pembelajaran adalah pemanfaatan TIK sebagai bahan literasi dan sumber belajar. Menggunakan Interacting with others (berinteraksi dengan orang lain), dengan media ponsel pintar dapat berinteraksi secara langsung dengan orang lain tanpa mengenal jarak. Berbagai macam fitur media social memudahkan kita untuk berinteraksi dengan sesama menyebabkan dunia terasa begitu dekat. Dalam pembelajaran, media ponsel digunakan untuk mengirim pesan,  mengirim tugas berupa file Ms.word, video dan lainnya. Penggunaan LCD untuk menampilkan ppt atau video terkait pembelajaran.

2.      Contoh konkret pemanfaatan teknologi dan media informasi pada pembelajaran abad 21 adalah adanya adanya E.Book, pembelajaran online, Penilaian Online, E-Rapot, UNBK (ujian Nasional berstandar computer).

3.      Ilustrasi pesatnya kemajuan pemanfaatan teknologi dan media informasi yang sudah saya laksanakan pada pembelajaran abad 21 adalah  
  1. Sebagai media pembelajara daring(online)
  2. Sebagai media belajar online dengan cangkupan yang lebih luas sebagai pengganti buku dan digantikan teknologi buku elektronik.
  3. Sebagai media belajar kelompok , Karena teknologi smartphone yang dilengkapi aplikasi messenger seperti whatsap dapat membuat grub antar siswa agar lebih mudah dalam melakukan diskusi berkelompok tanpa harus berkumpul.
  4. Dengan adanya teknologi untuk metode belajar siswa akan memiliki pengetahuan yang lebih luas sebagai contoh mesin penulusur google yang memiliki banyak sekali artikel dan ilmu didalamnya yang dapat kita akses secara gratis.
  5. Peran teknologi terhadap siswa lainya sebagai media untuk mendapatkan pengumuman dari seorang guru atau ketua kelas jika ada PR ataupun pengumuman untuk libur memalui smartphone via sms ataupun online messenger atau whatsap
  6. Lebih ringkas dalam pembelajaran karena materi yang tertera pada teknologi mesin telusur google menunjukan apa yang sedang kita cari dan sangat memudahkan kita dalam menemukan suatu jawaban tanpa memakan waktu lama dan dapat mempersingkat waktu dalam pencarian artikel atau wacana untuk para siswa siswi belajar.
    Saat ini teknologi sangat berperan penting dalam proses belajar mengajar dan juga dalam ujian nasional sekolah telah bergantung pada teknologi, tak seperti dahulu siswa dan siwi melakukan ujian nasional hanya menggunakan kertas soal ,lembar jawaban dan pensil untuk mengisi lembar jawaban. Dari tahun ajaran 2015 dan 2016 teknologi sangat berperan penting dalam dunia pendidikan, Dengan adanya UNBK (ujian nasional berstandart komputer) mengandalkan teknologi komputer untuk melakukan ujian nasional , hal ini sangat efisien untuk menghindari kecurangan yang sering dilakukan para siswa pada saat ujian nasional.
4.      Beberapa kemampuan yang dapat dikembangkan guru untuk menunjukkan potensinya terkait tugas dan perannya di era digital abad 21 adalah :
Wagner (2010) dan Change Leadership Group dari Universitas Harvard mengidentifikasi
kompetensi dan keterampilan bertahan hidup yang diperlukan oleh siswa dalam menghadapi
kehidupan, dunia kerja, dan kewarganegaraan di abad ke-21 ditekankan pada tujuh (7)
keterampilan berikut:
a.       kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah,
b.      kolaborasi dan  kepemimpinan,
c.       ketangkasan dan kemampuan beradaptasi,
d.      inisiatif dan berjiwa entrepeneur,
e.       mampu berkomunikasi efektif baik secara oral maupun tertulis,
f.       mampu mengakses dan menganalisis informasi, dan
g.      memiliki rasa ingin tahu dan imajinasi.

5.      Peran guru dalam pembelajaran di era digital abad 21 diantaranya:
Tuntutan dunia internasional terhadap tugas guru memasuki abad ke-21 tidaklah ringan. Guru diharapkan mampu dan dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang bertumpu dan melaksanakan empat pilar belajar yang dianjurkan oleh Komisi Internasional UNESCO untuk Pendidikan, yaitu :
  • learning to know
  • learning to do
  • learning to be
  • learning to live together
Jika dicermati keempat pilar tersebut menuntut seorang guru untuk kreatif, bekerja secara tekun dan harus mampu dan mau meningkatkan kemampuannya. Berdasarkan tuntutan tersebut seorang guru akhirnya dituntut untuk berperan lebih aktif dan lebih kreatif.
  1. Guru tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan sebagai produk, tetapi terutama sebagai proses. Dia harus memahami disiplin ilmu pengetahuan yang ia tekuni sebagai ways of knowing. Karena itu lebih dari sarjana pemakai ilmu pengetahuan tetapi harus menguasai epistimologi dari disiplin ilmu tersebut.
  2. Guru harus mengenal peserta didik dalam karakteristiknya sebagai pribadi yang sedang dalam proses perkembangan, baik cara pemikirannya, perkembangan sosial dan emosional, maupun perkembangan moralnya.
  3. Guru harus memahami pendidikan sebagai proses pembudayaan sehingga mampu memilih model belajar dan sistem evaluasi yang memungkinkan terjadinya proses sosialisasi berbagai kemampuan, nilai, sikap, dalam proses memperlajari berbagai disiplin ilmu.


Secara mandiri carilah contoh konkret dari sumber referensi yang ada di buku maupun jurnal tentang peran guru di era digital abad 21 sesuai Standar Teknologi Pendidikan Nasional untuk Guru (National Educational Technology Standards for Teacher)/NETS-T!

Standar
Deskripsi
Contoh Konkret
Memfasilitasi dan Menginspirasi Pembelajaran dan Kreativitas Siswa.
Guru menggunakan pengetahuan mereka tentang materi pelajaran, pengajaran dan pembelajaran, dan teknologi untuk memfasilitasi pengalaman yang memajukan pembelajaran siswa, kreativitas, dan inovasi baik di lingkungan tatap muka dan virtual.
Guru melalui media TIK menayangkan video tentang proses terbentuknya bumi
Merancang dan Mengembangkan Pengalaman dan Penilaian Pembelajaran Digital-Age.
Guru merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi pengalaman belajar otentik dan penilaian yang menggabungkan alat dan sumber daya kontemporer untuk memaksimalkan pembelajaran konten dalam kontak dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diidentifikasi dalam NETS-S.
Diadakannya Ujian Nasional Berstandar Komputer (UNBK) di sekolah tingkat SMP/sederajat dan SMA/SMK/sederajat
Adanya aplikasi ulangan melalui computer
Model Kerja dan Belajar Digital-Age.
Guru menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan proses kerja yang mewakili profesional inovatif dalam masyarakat global dan digital.
Guru membuat blog untuk berbagi informasi, dapat mengoperasikan berbagai sorfware yang berkaitan dengan profesinya seperti E.Book, E-Raport, dan lainnya.
Mempromosikan dan Model Digital Citizenship dan Tanggung Jawab
Guru memahami masalah dan tanggung jawab sosial lokal dan global dalam budaya digital yang berkembang dan menunjukkan perilaku hukum dan etika dalam praktik profesional mereka.
Sikap berpikiran terbuka dari guru yang menjadi garda depan pembelajaran dikelas juga dibutuhkan untuk menerapkan digital citizenship. Dikarenakan digital citizenship bukan sekedar sebuah kecakapan (literacy) tetapi juga cara hidup secara aman, beradab dan menggunakan teknologi secara efektif .
Terlibat dalam Pertumbuhan Profesional dan Kepemimpinan.
Guru secara terus-menerus meningkatkan praktik profesional mereka, memodelkan pembelajaran seumur hidup, dan memamerkan para pemimpin dalam komunitas sekolah dan profesional mereka dengan mempromosikan dan mendemonstrasikan penggunaan alat-alat digital dan sumber daya secara efektif.
Guru sebagai pendidik di sekolah diharapkan dapat berperan serta dalam menyiapkan generasi Z untuk menjadi digital citizen yang beradab





Monday, February 11, 2019


Karakteristik organisasi yang muncul dalam era pergerakan nasional

a.       Budi Utomo
Ketu
a                : Dr. Sutomo
Berdiri              : tanggal 20 mei 1908 (ditetapkan sebagai hari kebangkitan nasional)
Tujuan 
             : Untuk mencapai kemajuan dan derajat bangsa melalui pendidikan dan   
                           kebudayaan.
Keanggotaan
    : kaum terpelajar dan pegawai pemerintah yang berada di P. Jawa  dan Madura
Pusat kegiatannya      : Di Yogyakarta
Kegiatan ditujukan untuk kegiatan Pendidikan dan budaya tidak politik.

b.      Serikat Islam pada awalnya bernama Sarekat Dagang Islam
Ketua
                : H. Samanhudi
Berdiri
             : Solo tahun 1911
Tujuannya 
        : Membela kepentingan para pedagangan pribumi dari persaingan  dengan pedagang Cina
Tokoh 
              : H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dam Abd. Muis.
Tujuannya                     :
-    mengembangkan jiwa dagang
-    membangu anggota yang kesulitan dalam berusaha
-    memajukan pengajaran
-    memperbaiki pendapat-pendapat yang kelir mengenai agama Islam
-    hidup menurut pemerintah agama Islam



c.       Muhammadiyah
Tokoh              : Kiai Haji Ahmad Dahlan
Berdiri             : di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912
Asas perjuangannya ialah Islam dan kebangsaan Indonesia, sifatnya nonpolitik. Muhammadiyah bergerak dibidang keagamaan, pendidikan, dan sosial menuju kepada tercapainya kebahagiaan lahir batin.
Tujuan             : (1) memajukan pendidikandan pengajaran berdasarkan agama Islam,
(2) mengembangkanpengetahuan ilmu agama dan cara-cara hidup menurut agama Islam.
Untuk mencapai tujuan tersebut, usaha yang dilakukan oleh Muhammadiyah adalah sebagai berikut: (1) mendirikan sekolah-sekolahyang berdasarkan agama Islam ( dari TK sampai dengan perguruan tinggi), (2) mendirikan poliklinik-poliklinik, rumah sakit, rumah yatim, dan masjid,
(3) menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan.
d.      Indische Partij (IP)
Tokoh
               : 3 Serangkai, (yaitu Suwardi Suryaningrat, Dr. E.F.F. Douwes Dekker
              dan  Cipto Mangunkusumo)
Berdiri              : di Bandung tanggal 25 Desember 1912
Sifat                  : Radikal, merupakan organisasi bercorak politik pertama di Indonesia
Tujuan              : untuk membangun patriotisme Indiers terhadap tanah air,
  Menumbuhkan dan meningkatkan jiwa integrasi antar semua golongon untuk
  Memajukan tanah air dengan dilandasi jiwa nosional, maupun mempersiapkan   
  diri bagi kemajuan rakyat yang merdeka.
Program kerja : (1) Meresapnya cita-cita kesatuan nasional Hindia (Indonesia),
  (2) Memberantas kesombongan sosial dalam pergaulan baik di bidang
        pemerintahan maupun masyarakat,
   (3) Memberantas usaha-usaha yang membangkitkan kebencian antar agama
         yang satu dengan yang lain,
   (4) Memperbesar pengaruh pro-Hindia dalam pemerintahan,
   (5) Berusaha untuk mendapatkan persamaan hak bagi semua orang Hindia,
   (6) Dalam hal pengajaran, kagunaannya harus ditujukan untuk kepentingan
        ekonomi Hindia,
   (7) Memperbaiki keadaan ekonomi bangsa Hindia, terutama dengan
         memperkuat mereka yang ekonominya lemah.

e.       Gerakan Pemuda (Trikoro Dharmo)
Tokoh               : Ketua R. Satiman Wiryosanjoyo. Kadarman dan Sunardi
Berdiri              : tanggal 7 Maret 1915 di Batavia
Merupakan       : oganisasi pemuda yang pertama yang anggotanya terdiri atas para siswa
  sekolah menengah berasal dari Jawa dan Madura.
Tujuan             : (1) mempererat tali persaudaraan antar siswa-siswi bumi putra pada sekolah
        menengah dan perguruan kejuruan,
   (2) menambah pengetahuan umum bagi para anggotanya,
   (3) membangkitkan dan mempertajam peranan untuk segala bahasa dan
         budaya.
Adapun tujuan yang sebenarnya adalah seperti apa yang termuat dalam majalah Trikoro Dharmo yakni mencapai Jawa raya dengan jalan memperkokoh rasa persatuan antara pemuda-pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Lombok. Oleh karena sifatnya yang masih Jawa sentris maka para pemuda di luar Jawa (tidak berbudaya Jawa) kurang senang.
Untuk menghindari perpecahan, pada kongresnya di Solo pada tanggal 12 Juni 1918 namanya
diubah menjadi Jong Java (Pemuda Jawa). Jong Java ini bertujuan untuk mendidik para  
anggotanya supaya kelak dapat menyumbangkan tenaganya untuk membangun Jawa raya
dengan jalan mempererat persatuan, menambah pengetahuan, dan rasa cinta pada budaya
sendiri. Jong Java punya peran besar dalam peristiwa Sumpah pemuda pada tahun 1928.

f.       Perhimpunan Indonesia (PI)
Tokoh               : mahasiswa Indonesia serta orang-orang Belanda yang menaruh perhatian pada
                           nasib Hindia Belanda yang tinggal di Negeri Belanda.
Berdiri              : tahun 1908 semula bernama Indishe Vereeniging (IV).
Tujuan              : membantu kepentingan para pemuda dan pelajaran yang berada di negeri
  Belanda.
Perkembangan (IV) adalah sebagai berikut : IV – Indonessiche Vereeniging hal ini dimuat
dalam majalah Hindia Putra, Pimpinan Moh. Hatta dan A. Subarjo, tahun 1924 IV di ganti namanya perhimpunan indonesia majalah Indonesia merdeka. Pada tahun 1926 tokoh-tokoh perhimpunan Indonesia mengikuti konggres liga penentang imperialisme dan penindasan kolonialisme di Paris dalam pertemuan itu konggres menyokong perjuangan untuk mencapai indonesia merdeka akibatnya tokoh-tokoh perjuangan ditangkap

g.      GAPI (Gabungan Politik Indonesia)
Merupakan organisasi payung dari berbagai organisasi dan partai politik diantaranya, Parindra, Gerindo, Persatuan Minahasa, Partai Islam Indonesia, Partai Katolik Indonesia, Pasundan, dan PSII
Pimpinan          : M. Husni Thamrin, Amir Syarifuddin, Abikusni, Tjokrosujono.
Alasan terbentuknya GAPI adalah :
(1)      Kegagalan Petisi Sutardjo,
(2)      Sikap pemerintah kolonial yang kurang memerhatikan kepentingan bangsa Indonesia,
(3)      makin gawatnya situasi internasional sebagai akibat perkembangan fasisme.

h.      PARINDRA (Partai Indonesia Raya)
Pemimpin         : Drs. Sutomo
Berdiri              : tahun 1935 merupakan partai Budi Utama dan persatuan bangsa Indonesia
Tujuan              : tujuan meraih Indonesia yang mulia
Merupakan       : organisasi kooperatif yang terbuka dengan pemerintah Belanda
Kegiatan-kegiatannya:
1.      Menjalankan aksi – aksi politik
2.      Meningkatkan kesejahteraan rakyat
3.      Menganjurkan rakyat untuk mencintai hasil produksi sendiri