Tugas PPG Modul 1 Pedagogik
1. Bentuk pemanfaatan teknologi dan media informasi
yang saya lakukan dalam kehidupan sehari – hari dalam pembelajaran abad 21
adalah dengan menggunakan intreractive
tools atau media peralatatan interaktif seperti internet sebagai media social
untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari – hari, sebagai media untuk
memudahkan dalam perdagangan dan bisnis. Pembelajaran adalah pemanfaatan TIK
sebagai bahan literasi dan sumber belajar. Menggunakan Interacting with others (berinteraksi dengan orang lain), dengan media ponsel pintar dapat berinteraksi secara
langsung dengan orang lain tanpa mengenal jarak. Berbagai macam fitur media
social memudahkan kita untuk berinteraksi dengan sesama menyebabkan dunia
terasa begitu dekat. Dalam pembelajaran, media ponsel digunakan untuk mengirim
pesan, mengirim tugas berupa file
Ms.word, video dan lainnya. Penggunaan LCD untuk menampilkan ppt atau video
terkait pembelajaran.
2. Contoh konkret pemanfaatan teknologi
dan media informasi pada pembelajaran abad 21 adalah adanya
adanya E.Book, pembelajaran online, Penilaian Online, E-Rapot, UNBK (ujian
Nasional berstandar computer).
3. Ilustrasi pesatnya kemajuan pemanfaatan teknologi
dan media informasi yang sudah saya laksanakan pada pembelajaran abad 21 adalah
- Sebagai media pembelajara daring(online)
- Sebagai media belajar online dengan cangkupan yang lebih luas sebagai pengganti buku dan digantikan teknologi buku elektronik.
- Sebagai media belajar kelompok , Karena teknologi smartphone yang dilengkapi aplikasi messenger seperti whatsap dapat membuat grub antar siswa agar lebih mudah dalam melakukan diskusi berkelompok tanpa harus berkumpul.
- Dengan adanya teknologi untuk metode belajar siswa akan memiliki pengetahuan yang lebih luas sebagai contoh mesin penulusur google yang memiliki banyak sekali artikel dan ilmu didalamnya yang dapat kita akses secara gratis.
- Peran teknologi terhadap siswa lainya sebagai media untuk mendapatkan pengumuman dari seorang guru atau ketua kelas jika ada PR ataupun pengumuman untuk libur memalui smartphone via sms ataupun online messenger atau whatsap
- Lebih ringkas dalam pembelajaran karena materi yang tertera pada
teknologi mesin telusur google menunjukan apa yang sedang kita cari dan
sangat memudahkan kita dalam menemukan suatu jawaban tanpa memakan waktu
lama dan dapat mempersingkat waktu dalam pencarian artikel atau wacana
untuk para siswa siswi belajar.
Saat ini teknologi sangat berperan penting dalam proses belajar mengajar dan juga dalam ujian nasional sekolah telah bergantung pada teknologi, tak seperti dahulu siswa dan siwi melakukan ujian nasional hanya menggunakan kertas soal ,lembar jawaban dan pensil untuk mengisi lembar jawaban. Dari tahun ajaran 2015 dan 2016 teknologi sangat berperan penting dalam dunia pendidikan, Dengan adanya UNBK (ujian nasional berstandart komputer) mengandalkan teknologi komputer untuk melakukan ujian nasional , hal ini sangat efisien untuk menghindari kecurangan yang sering dilakukan para siswa pada saat ujian nasional.
4. Beberapa kemampuan yang dapat
dikembangkan guru untuk menunjukkan potensinya terkait tugas dan perannya di
era digital abad 21 adalah :
Wagner (2010) dan Change
Leadership Group dari Universitas Harvard mengidentifikasi
kompetensi dan keterampilan bertahan hidup yang
diperlukan oleh siswa dalam menghadapi
kehidupan, dunia kerja, dan kewarganegaraan di abad
ke-21 ditekankan pada tujuh (7)
keterampilan berikut:
a.
kemampuan berpikir kritis dan
pemecahan masalah,
b.
kolaborasi dan kepemimpinan,
c.
ketangkasan dan
kemampuan beradaptasi,
d.
inisiatif dan berjiwa
entrepeneur,
e.
mampu berkomunikasi efektif baik
secara oral maupun tertulis,
f.
mampu mengakses dan menganalisis informasi, dan
g.
memiliki rasa ingin tahu dan
imajinasi.
5.
Peran guru dalam pembelajaran di era digital abad 21
diantaranya:
Tuntutan dunia internasional terhadap tugas guru memasuki abad ke-21
tidaklah ringan. Guru diharapkan mampu dan dapat menyelenggarakan proses
pembelajaran yang bertumpu dan melaksanakan empat pilar belajar yang dianjurkan
oleh Komisi Internasional UNESCO untuk Pendidikan, yaitu :
- learning to know
- learning to do
- learning to be
- learning to live together
Jika dicermati keempat pilar tersebut menuntut seorang guru untuk kreatif,
bekerja secara tekun dan harus mampu dan mau meningkatkan kemampuannya.
Berdasarkan tuntutan tersebut seorang guru akhirnya dituntut untuk berperan
lebih aktif dan lebih kreatif.
- Guru tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan sebagai produk, tetapi terutama sebagai proses. Dia harus memahami disiplin ilmu pengetahuan yang ia tekuni sebagai ways of knowing. Karena itu lebih dari sarjana pemakai ilmu pengetahuan tetapi harus menguasai epistimologi dari disiplin ilmu tersebut.
- Guru harus mengenal peserta didik dalam karakteristiknya sebagai pribadi yang sedang dalam proses perkembangan, baik cara pemikirannya, perkembangan sosial dan emosional, maupun perkembangan moralnya.
- Guru harus memahami pendidikan sebagai proses pembudayaan sehingga mampu memilih model belajar dan sistem evaluasi yang memungkinkan terjadinya proses sosialisasi berbagai kemampuan, nilai, sikap, dalam proses memperlajari berbagai disiplin ilmu.